STMJ Glintung

Bagi anda yang berdomisili di Malang, banyak sekali pilihan kuliner yang bisa jumpai di kota kelahiran saya ini. Menurut definisi waktu, kuliner sendiri terbagi menjadi kuliner siang dan malam. Berikut adalah salah satu kuliner malam yang akan menjadi review saya kali ini.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas. Tulisan kali ini akan membahas tempat begadang dan mengobrol yang pas dengan menu STMJ. Mengapa kali ini saya memilih STMJ Glintung sebagai ulasan saya? Karena tempat ini adalah salah satu tempat yang lumayan ramai dikunjungi warga Malang dari sore hari hingga pukul 1 malam.

Terletak di daerah Glintung yaitu di pinggir jalan Letjen Sutoyo dekat dengan Carrefour Blimbing, tempat ini saya rasa sangat strategis dan mudah untuk dicari karena letaknya di pinggir jalan utama kota Malang. Tempat yang tidak terlalu besar membuat tempat ini sering antri hampir setiap waktu. Dua event yang akan anda temui ketika mengunjungi tempat ini setelah mungkin anda memarkir kendaraan yaitu anda akan mengantri tempat duduk atau anda akan mendapatkan meja yang pas dan mulai memesan makanan dan minuman dari menu yang tersedia.

Begitu memasuki area STMJ Glintung, anda akan dihadapkan dengan banyaknya meja dan kursi yang sudah terisi oleh pengunjung. Di depan deretan para meja dan kursi tersebut terdapat meja lapak berbentuk letter “L” penjual yang isinya begitu padat. Dimulai dari sebelah paling pojok (sisi pendek), ini adalah bagian yang tidak terlihat oleh pengunjung. Saya bisa menebak bagian ini adalah berisi bahan2 mentah karena sering kali pisang, roti siap bakar, gula dan mentega sesekali terlihat keluar. Untuk sisi L yang bagian panjang, ini adalah sisi yang paling saya takuti. Karena tabung elpiji gas 3kg sedang berada tepat dibawah lapak ini. Jadi sebenarnya pada lapak bagian ini adalah sisi dimana penjual dapat melihat langsung sang penjual membuat STMJ hingga jadi. Selain itu terdapat pula jajanan kering bungkusan seperti krupuk rambak dan kripik usus. Menaruh makanan kering pada bagian ini adalah strategi bagus mengingat penyajian STMJ membutuhkan waktu yang lumayan lama dan orang-orang pun banyak yang menunggu sambil menghabiskan makanan kering ini. Di bagian belakang lapak ini terdapat ruangan yang berisi banyak meja dan kursi. Saya menyebut ruangan ini adalah “ruangan hangat” karena panas yang dihasilkan oleh kompor penjual dapat dirasakan di ruangan ini. Begitu duduk di ruangan hangat ini, akan terdengar alunan musik yang diputar. Saya tidak begitu paham dengan selera musik pemilik warung ini karena setelah beberapa kali berkunjung saya menemui genre aliran musik yang berbeda-beda. Mulai dari klasik hingga jazz ala indonesia bahkan dangdut. Pengunjung pun sangat beragam mulai dari orang tua hingga anak-anak, bahkan saya perrnah menemui waria di sini.

Setelah duduk, anda mungkin akan disodori kertas pilihan menu, kertas dan pena untuk pemesanan. Untuk kali ini pun mungkin anda bisa segera cepat dilayani atau anda bakal emosi karena pelayan lupa saking sibuknya(hal ini sering saya alami). Adapun menu yang disajikan bukanlah makanan yang bisa dikategorikan “mengenyangkan” karena kita adalah orang yang selalu butuh nasi. Tentu saja dilihat dari judulnya menu utama sudah pasti STMJ. Ada banyak pilihan STMJ di sini. Mulai dari STMJ original hingga STMJ campuran dengan aneka rasa yang menarik. Campuran yang dimaksud di sini adalah seperti madu, coklat, jahe dan sebagainya. Selain terdapat makanan kering yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, menu tambahan lain dapat kita temui yaitu telor setengah matang.

Menu yang paling disukai oleh saya dan teman saya adalah STMJ coklat. Yaitu STMJ dengan campuran coklat bubuk. Menu ini menjadi pilihan favorit saya dan teman-teman. Selain itu pisang dan roti bakar dengan campuran coklat keju juga menjadi pilihan favorit setelah sekian lama mencoba. Rasa yang disajikan oleh STMJ ini begitu kuat. Aroma kental telur dan susu tidak terlalu terasa di sini. Hal inilah yang membuat makin disukai oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Jahe yang dicampurkan membuat minuman ini sulit dihabiskan dengan waktu cepat mengingat rasa pedas jahe akan menyerang tenggorokan. Namun sampai saat ini saya heran dengan salah teman saya yang dapat menghabiskan STMJ satu gelas lebih cepat daripada saya :). Campuran antara susu, telur, madu dan mungkin jahe dirasa sudah sangat pas. Tidak terlalu manis namun tidak terlalu kurang gula juga. Setidaknya itulah opini saya dan beberapa teman yang pernah berkunjung ke tempat ini. Melihat banyaknya pengunjung juga semakin menguatkan opini saya tentang rasa STMJ ini.

Foto diatas saya ambil menggunakan kamera blackberry 1.3 MP tanpa fasilitas apapun kecuali zoom, yaitu menunjukkan menu yang saya pesan bersama seorang teman.

Saya sendiri bukan tipikal orang yang terlalu suka dengan nongkrong di tengah malam namun seorang teman telah meracuni saya hingga saya mengidolakan STMJ malam. Berawal dari badan yang sering sakit-sakitan karena masuk angin, STMJ hangat (apa panas ya?) menjadi obat mujarab yang tak terhindarkan.

Rasa STMJ yang kuat, suasana yang mantap untuk melakukan perbincangan serta pilihan menu yang beragam menjadi salah satu tempat favorit kuliner. Bahkan tempat ini sampai disponsori oleh salah satu operator GSM milik negeri. Untuk selanjutnya, saya akan mencoba untuk membandingkan rasa, tempat dan suasana STMJ di tempat lain. Terima kasih ๐Ÿ™‚

Advertisements

About dhaniedewanta

I am nothing but ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู make it true.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s